Perkembangan STO (Security Token Offering) di dunia Part II

Kembali lagi bersama EMURGO Indonesia blog edukasi, setelah beberapa waktu yang lalu kita membahas tentang STO (Security Token Offering) dan bagaimana perkembangan serta regulasi nya di Indonesia. Kali ini kita ingin sedikit ‘mengintip’ akan kondisi STO di berbagai negara di dunia. Sehingga kita dapat membandingkan dengan keadaan STO di Indonesia ini.

Uni Eropa

Sama seperti hal nya dengan Amerika Serikat, negara — negara di Uni Eropa sudah mulai mengakui adanya STO sebagai subtitusi untuk ICO dimana ICO masih dirasa kurang memadai dari segi keamanannya. Hal ini lah yang mendorong mereka untuk mulai mengembangkan STO. Malta, salah satu negara dengan yang sangat tertarik akan blockchain sudah meluncurkan STO mereka sendiri melalui LXDX (Maltese Cryptocurrency Exchange). Estonia juga telah meluncurkan platform mereka sendiri. Dengan ini diharapkan berpotensi untuk negara — negara lain di Uni Eropa untuk terbuka mengenai STO ini.

Regulasi STO di Eropa ini mengacu kepada negara yang mengeluarkan. Untuk STO dapat diluncurkan, issuers diharuskan membuat prospektus yang sudah disetujui oleh regulator di negara masing — masing. Namun mereka memiliki pengecualian bagi yang memenuhi paling tidak satu syarat yang ditentukan oleh European Securities and Markets Authority’s Exemption Regulation.

Beberapa negara telah memulai membuat regulasi mengenai STO. Malta, yang diyakini sebagai negara terdepan dalam hal blockchain di Eropa sudah mengeluarkan peraturan khusus dengan nama Virtual Financial Asset Act (VFA Act), Innovative Technological Arrangement and Services Act (ITAS Act), dan Malta Digital Innovation Authority Act (MDIA) yang juga memuat paduan untuk STO.

Swiss, negara terdepan perihal blockchain lainnya juga telah memiliki regulasi STO tersendiri. The Swiss Financial Supervisory Authority (FINMA) menggolongkan token menjadi:

  1. Token pembayaran: Digunakan untuk membayar barang dan jasa
  2. Utility token: Memberikan akses dalam penggunaan applikasi dan jasa yang berbasis digital
  3. Security token: mewakili aset.

Token yang tergolong security token diharuskan untuk mematuhi peraturan yang sama dengan security lainnya. Ini artinya STO di Swiss diatur oleh peraturan yang sama dengan security pada umumnya.

Tantangan yang dihadapi di Uni Eropa juga serupa dengan yang ada di Amerika Serikat. Dengan terbatasnya jumlah investor (karena harus di akreditasi), Eropa menghadapi masalah dengan likuiditas jika dibandingkan dengan ICO. Juga, sulit bagi investor retail untuk berpartisipasi dalam STO karena regulasi yang ada.

Nantikan kelanjutan dari EMURGO Indonesia blog edukasi minggu depan, karena setiap minggu nya EMURGO Indonesia akan memberikan informasi baik dari sisi bisnis ataupun teknikal dari perkembangan teknologi blockchain.

Tentang EMURGO

EMURGO mendorong adopsi Cardano dan menambahkan nilai bagi pemegang ADA dengan membangun, berinvestasi, dan menjadi advisor/konsultan kepada proyek atau organisasi yang akan mengadopsi ekosistem blockchain yang terdesentralisasi dari Cardano. EMURGO memanfaatkan keahliannya dalam R&D blockchain serta jaringan global mitra blockchain dan industri terkait untuk mendukung usaha secara global. EMURGO adalah badan komersial dan ventura resmi dari proyek Cardano, terdaftar di Tokyo, Jepang sejak Juni 2017 dan di Singapura sejak Mei 2018. EMURGO berafiliasi secara unik dan bekerja sama dengan IOHK untuk menumbuhkan ekosistem Cardano secara global dan mempromosikan adopsi blockchain Cardano.

Pelajari lebih lanjut tentang EMURGO dan Cardano dengan menggunjungi website resmi https://emurgo.io

Follow akun media social EMURGO Indonesia:

Twitter : https://twitter.com/emurgo_id
Facebook : https://www.facebook.com/emurgo.id/
Instagram : https://www.instagram.com/emurgo.id/

Written by

EMURGO Solusi Indonesia

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store